Oleh : Ach. Khoiruddin
Awan hitam langitku serakah, bolehkah?
Seakan tangisannya sebentar lagi tumpah
Siang hariku menyelinap di bilik bangunan kecil malamku yang pasrah, dungukah?
Menyisakan ruang waktu yang rentan jauh kuperas, mungkinkah?
Sedangkan gerombolan anjing-anjing lapar sedang mengintai jantungku yang amis darah
Sekuat apakah jiwaku? atau akan segera punah dan patah.
Yaa... terserahlah.. Yaa.. sudahlah.
Kuhela nafas tanpa kulepas, bolehkah?
Atau kan kulepas dengan syarat kau katakan “syukurlah”, begitukah?
Dua ratus tahun kutunggu batu itu pecah
Dengan ribuan ayunan palu seadanya yang sudah terarah
Namun tak bisa kusimpulkan juga kata kunci di dalamnya, jujurlah.!
Tak bosan kususuri jejak langkahmu. Hahah
Kutatap berulang kali muka preman sejak dini itu sambil bergumam “ampunilah.!”
Aku tak punya uang untuk kau begal, dan foya-foya, percayalah.!
Rumahku juga sederhana, kalau tidak percaya, moggo. lihatlah.!
Kujalan kaki menunjukkan diriku lemah
Lalu kau todongkan pisau itu padaku, jangan main kasarlah.!
Coba kau lihat penampilanku.! Sederhana kan? Ya iya lah.
Sandal yang kupakai pun kupinjam ke tetangga sebelah
Maka dari itu, turunkan tensi nadamu.! Bolehkah?
Apa maumu? Kita bisa bicarakan baik-baik kan? Bukankah itu mudah?
Mari ku katakan terus terang padamu sekarang
Jika kau mau begal kapan-kapan tuk bersenang-senang
Itu saudaraku yang ada di cikarang, silahkan samperilah dia sekarang.!
Penampilannya segar, dan tentu dia punya banyak simpanan uang
Namun, jika kau mau kepuasan tanpa banyak harta yang terbuang
Mari ikut aku, kutunjukkan gubuk kecil sepi di hutan belantara seberang
Di sana sudah tertata rapi azimat sakti yang sering kubaca dan kurenungi di saat waktu senggang
Mungkin jika kau coba membacanya serta merenunginya dunia bathinmu akan cerah terang
Kesimpulannya, ya terserah padamu.
Mungkin jika kau pergi ke cikarang dan menghampiri saudaraku di saat dia sendirian
Kau juga temui azimat seperti yang kukatakan dan bahkan bisa jadi lebih sakti dari yang kusimpan tanpa harus menyebrangi sungai serta hutan yang menyeramkan.
Terakhir.. bisakah?, bolehkah?, Mungkinkah?, atau mustahilkah?
Sumenep, 09 Oktober 2025.