Portal Penyejuk Hati

Ma'had Aly Al-Ihsan

Jaddung Pragaan Sumenep Madura

AKU BERTANYA, JAWABLAH.!

Oleh : Ach. Khoiruddin

Awan hitam langitku serakah, bolehkah?

Seakan tangisannya sebentar lagi tumpah

Siang hariku menyelinap di bilik bangunan kecil malamku yang pasrah, dungukah?

Menyisakan ruang waktu yang rentan jauh kuperas, mungkinkah?

Sedangkan gerombolan anjing-anjing lapar sedang mengintai jantungku yang amis darah

Sekuat apakah jiwaku? atau akan segera punah dan patah.

Yaa... terserahlah.. Yaa.. sudahlah.


Kuhela nafas tanpa kulepas, bolehkah?

Atau kan kulepas dengan syarat kau katakan “syukurlah”, begitukah?

Dua ratus tahun kutunggu batu itu pecah

Dengan ribuan ayunan palu seadanya yang sudah terarah

Namun tak bisa kusimpulkan juga kata kunci di dalamnya, jujurlah.!


Tak bosan kususuri jejak langkahmu. Hahah

Kutatap berulang kali muka preman sejak dini itu sambil bergumam “ampunilah.!”

Aku tak punya uang untuk kau begal, dan foya-foya, percayalah.!

Rumahku juga sederhana, kalau tidak percaya, moggo. lihatlah.!

Kujalan kaki menunjukkan diriku lemah

Lalu kau todongkan pisau itu padaku, jangan main kasarlah.!

Coba kau lihat penampilanku.! Sederhana kan? Ya iya lah.

Sandal yang kupakai pun kupinjam ke tetangga sebelah

Maka dari itu, turunkan tensi nadamu.! Bolehkah?

Apa maumu? Kita bisa bicarakan baik-baik kan? Bukankah itu mudah?


Mari ku katakan terus terang padamu sekarang

Jika kau mau begal kapan-kapan tuk bersenang-senang

Itu saudaraku yang ada di cikarang, silahkan samperilah dia sekarang.!

Penampilannya segar, dan tentu dia punya banyak simpanan uang

Namun, jika kau mau kepuasan tanpa banyak harta yang terbuang

Mari ikut aku, kutunjukkan gubuk kecil sepi di hutan belantara seberang

Di sana sudah tertata rapi azimat sakti yang sering kubaca dan kurenungi di saat waktu senggang

Mungkin jika kau coba membacanya serta merenunginya dunia bathinmu akan cerah terang


Kesimpulannya, ya terserah padamu.

Mungkin jika kau pergi ke cikarang dan menghampiri saudaraku di saat dia sendirian

Kau juga temui azimat seperti yang kukatakan dan bahkan bisa jadi lebih sakti dari yang kusimpan tanpa harus menyebrangi sungai serta hutan yang menyeramkan.


Terakhir.. bisakah?, bolehkah?, Mungkinkah?, atau mustahilkah?


Sumenep, 09 Oktober 2025.

Tulisan Populer
Tulisan Terbaru
Tulisan Terbaca