Hujan ini mengingatkanku pada angan
Pada kebersamaan yang pernah kita jalankan
Menari dalam imajinasi yang tersampaikan
Melalui kertas putih dengan sejuta harapan
Rintik hujan kemarin berbeda
Berbeda karena diujung malam
Bermain-main membutakan mata
Suasana bosan nan sepi mencekam
Dikala hujan turun membasahi bumi
Inginku kesana walau sekedar membasahi pipi
Mengasingkan diri dari semua orang
Agar aku menjadi sempurna dengan kekosongan
Kini aku menatap awan mendung
Tapi tak setetespun air jatuh dari sana
Mungkin itu yang dinamakan hati beku
Apakah masih ada kehangatan untuk menyelamatkan ?
Penulis; Moh Gufron S.Pd.